Wednesday, 24 August 2011

Only 3 days.....

"The world is 3 days: As for yesterday, it has vanished along with all that was in it. As for tomorrow, you may never see it. As for today, it is yours, so work on it."
Hasan Al-Basri

Monday, 22 August 2011

Who am I?......

"I am a traveler seeking the truth, a human searching for the meaning of humanity and a citizen seeking dignity, freedom, stability and welfare under the shade of Islam. I am a free man who is aware of the purpose of his existence and who proclaims: “Truly, my prayer and my sacrifice, my living and my dying are all for Allah, the Lord of the worlds; no partner has He. This, am I commanded and I am of those who submit to His Will.” This is who I am. Who are you?"
(Hassan al-Banna)

Thursday, 18 August 2011

Memburu yang pasti.......

Tertarik aku dengan review seorang Ustasz tentang suatu ungkapan seorang Ulama yang berbunyi; "Manusia ini peliknya siang malam memburu yang pasti dan meremehkan yang belum pasti....." Perkara pasti yang pertama adalah rezeki. Rezeki kita telah ditetapkan oleh Allah semasa kita masih berada dialam roh lagi. Kita, sebagai hamba memanglah dituntut untuk berdoa dan mengadu pada Allah tentang rezeki ini. Dengan limpah dan rahmah serta sifat kasih sayangNya serta dengan usaha yang digandakan, kemungkinan rezeki dilipatgandakan....tapi yang pasti rezeki itu telahpun ditetapkan. Pusinglah ikut manapun..kalau rezeki kita,  tetap akan menjadi rezeki kita.
Pasti yang kedua ialah: Jodoh.  Bagi yang telah menempuh zaman perkahwinan tidak akan membantah pasti yang ini.  Mereka-mereka ini akan sedar kenyataan ini  hanya setelah mengalaminya sendiri. Bercintalah se rak manapun,  kalau bukan jodoh..tidak akan merasa. Bergaduh lah saban hari...kalau jodoh,  kahwin jugak....dah nasib?  Bukan nasib tapi jodoh. Telah ditetapkan oleh Allah....dan bagi ketetapan yang ketiga ialah         


Mati....
Kita semua yakin ketiga-tiga kepastian ini. Dan manusia seluruhnya berhempas pulas cuba sedaya mungkin untuk menidakkan kepastian ini.  Lalu menidakkan atau sekadar ala kadar dalam mengejar sesuatu yang belum pasti....iaitu kemana kita selepas mati???



Thursday, 11 August 2011

The Champ……How do you make someone cry for the sake of science?


Baru-baru ni salah satu filem kegemaran aku telah dinobatkan sebagai Filem Paling Sedih Dalam Dunia. Yang bestnya, ianya diangkat oleh para saintis. Mula-mula aku malas nak layan article tu sebab tahulah Amerika, semua benda dia "best in the world". Tapi bila sub tajuk nya mengatakan ianya diangkat oleh para saintis seluruh dunia, aku bacalah…lagi pun movie ni memang best!
Aku menonton filem ni masa aku masih disekolah menengah. Bila tiba part Ricky Schroder panggil bapak dia ,"Champ, wake up!" , merabai-rabai airmata aku dibuatnya. Yelah, masa tu aku pulak baru kematian ayah. Tapi member-member yang brutal-brutal yang menonton sekali pun meraung jugak. Biasalah Rockers….muka cute hatipun cute…..heheh. Tapi aku sempat sound member-member yang menonton sekali, "what the f….., we pay for crying?", dan salah seorang member aku menjawab dalam gelap (tak silap salah sorang, member cina aku…we already 1 malaysia then…heheh), "you can come over to my house Nor, and you can cry for free". Aku faham sangatlah maksud dia. Zaman tu, mak bapak kaum cina ni kalau belasah anak dahsyat giler. Bukan main-main. Mak Bapak melayu pun belasah jugak, tapi tak seteruk mak bapak cina woo,kalau anak diorang buat silap sikit main hentam jer, capai apa yang dekat, terus belasah! 


"It would also make a lasting contribution to science. The final scene of The Champ has become a must-see in psychology laboratories around the world when scientists want to make people sad."kata article tu lagi. Aku tak baca habis pun article yang sampai 3 mukasurat tu walaupun ada juga tertanya mengapa pakar-pakar jiwa ni perlukan scene untuk buat orang menangis. Pada aku tak payah lah susah-susah nak kaji-kaji. Manusia ini perlu ada sensitivity. Perlu menangis sekali sekala. Islam pun galakkan kita menangisi dosa yang kita dah buat, siap janjikan pahala lagi! Tapi kalau ketawa lebih-lebih tu berdosa…itu pasti!

Monday, 8 August 2011

Me Dad and Me......(1)

Dad, if you are still around you'll be asking me why I’ve decided to vote come PRU13...why now. But of course after a lengthy lecture from you which I’ll ignore it all the way, you must be surprised that this brat of yours is not an UMNO member...ever!
Dad, believe me that their members today are not the same like they use to be....during your time! If you are around today. You’ll be shocked and delighted that I’ve made a right choice.
The latest one dad....it seems the no.1 guy has no answer to the question of whether to put Malay or Malaysian first just because the no.2 guy has given the more popular answer which favor the Malay. Of course the question is damn tricky but like you once said, sometime a tricky question requires a not so tricky answer! Of course the best answer to the question is Islam! I don't think nobody will tell him off the answer is wrong! But he just doesn’t have the gut to do so. Or he just not smarter than the 5th grader (by the way dad, this is new show..@ Granada TV,..yeah dad, we have Granada TV now in Malaysia). I doubt the later dad.....ermmm. Sorry dad got to go.....not too much, I'm puasa...heheh.

Don't ever try to please everyone, bcos you'll ended up please no one......

Below is my comment to Che Det post ...Menghancurkan UMNO...
Salam Tun,
It has been too long Tun….way too long! UMNO has reached its peaked during your time. We have to let go…..it’s over! Over for UMNO but not Melayu….. It’s about time for a change. You know best that people don’t like change….but let us together hand by hand to face the future without UMNO….

Friday, 5 August 2011

You can tie me up, but I'll keep write it down..: Masa itu......

You can tie me up, but I'll keep write it down..: Masa itu......: "Hari ini , InsyaAllah..genaplah lima hari kita berpuasa. Cepatnya masa berlalu. Kata orang kita rasa masa berlalu cepat sebab kita sibuk. Ak..."

Masa itu......

Hari ini , InsyaAllah..genaplah lima hari kita berpuasa. Cepatnya masa berlalu. Kata orang kita rasa masa berlalu cepat sebab kita sibuk. Aku rasa tidak. Umor dah dekat setengah abad ni aku rasa aku makin kurang sibuk, tapi masa habis makin laju. Aku pegang cakap ustaz aku dulu (dia cakap pun rujuk kat kitab lama, jenuh aku cari tak jumpa pulak) yang masa itu adalah makhluk Allah dan ia boleh bergerak lebih pantas atau perlahan mengikut perintah Tuhan.  Ye lah,  makhluk Tuhan yang lain mana ada yang tak ikut arahan kecuali lah manusia dan kawan baiknya...syaitan nirojimm.

Kalau difikirkan logik,  mana ada lebih cepat? Bukan ker jam dan peredaran bulan dan matahari macam biasa jarak dan waktunya. Habis siapa suruh kira 60 saat bersamaan dengan 1 minit, 60 minit bersamaan dengan 1 jam dan 24 jam bersamaan dengan satu hari? Tak payahlah pening dengan ilmu Allah,  ilmu yang manusia cipta pun kita masih terhegeh-hegeh.......Patutnya kita rasa masa bergerak makin lama makin slow.  Yelah,  kita bergerak lebih pantas sekarang (dengan teknologi dan gadget-gadget yang serba canggih), patutnya siang kita akan terasa lebih panjang. Kita banyak buat dua kerja dalam satu masa sekarang ni seperti sambil makan tengok tv, sambil bersembang sambil balas mesej dll. Masa cepat ni kerja Tuhan dan Nabi SAW pun pernah bersabda, yang kalau masa cepat berlalu itu tanda kiamat sudah dekat.

Apapun,  aku yakin ramai yang setuju dengan aku yang masa kini cepat berlalu. Ada yang cuba berfikir mengapa tapi lagi ramai yang tak heran. Apabila tidak endah,  maka banyaklah yang confuse dalam memilih mana yang mesti didahulukan memandangkan masa yang lebih pantas.  Kerana keliru,  ramailah yang puasa tapi tidak solat, ramailah yang solat tapi tidak kisah kalau ahli keluarga, rakan , atau anak buah tidak solat. Pinjam sikit kata-kata Saidina Omar Al-Khatab masa nazaknya tapi berkeras nak solat jugak , “Tidak ada tempat bagi orang yang tidak solat!”
dan Allah juga telah bersumpah “Demi Masa....sesungguhnya manusia itu dalam kerugian!”............(Al-Asr 1-2).

Tapi yang pasti,  kita tidak akan lewat dalam menghargai masa......ermmmm berbuka hari ini 7.23 malam! InsaAllah tidak akan lewat........  :)

Monday, 1 August 2011

You can tie me up, but I'll keep write it down..: A very short visit from an old friend....

You can tie me up, but I'll keep write it down..: A very short visit from an old friend....: "It has been quite some time I don’t have a nice talk with Nidz like we use to do ages ago. In the midst of a well planned day dreaming towa..."

A very short visit from an old friend....

It has been quite some time I don’t have a nice talk with Nidz like we use to do ages ago. In the midst of a well planned day dreaming towards of a nice nap of the 1st day Ramadhan (setting my chair facing the wall, and nobody in their right mind will thought that I’m not sleeping) – while my eyes screaming to my brain nerves longing for 20 mg of nicotine, my door was knocked hard.
I almost jump from my chair but managed to control my system by mumbling something nice in greeting these old friend of mine. Its not that we are parted, but simply just because we don’t have the time…buy that? Nah….ok, we’re not ‘ngam’ anymore. Why? No correct answer to that actually….people changed! In order to change they have to change their type of friends too I supposed. Still not convinced? No? That’s your problem then….
The introduction was mild though…talking about the new guy works installing the new attendance reader was nothing to perfection. I defended the guy by saying that it’s ok since it’s temporarily installed. Maybe because the spirit of Ramadhan, I defended the guy well and the guy is his.
Then he started to tell about his current life turbulence! His dad got a stroke last week and to date nothing is moving but slight moves of the eyes. He didn’t dare to look to my eyes while telling me all this. There you are…you don’t have to hide it from me! Its normal a grown man loves his dad too much and couldn’t bear to watch the old man motionless in bed.
‘Its not only that, I got a bigger problem" he wanted to continue but was interrupted by an incoming call. Ahh…what da oops… puasa! Somebody from Kurnia called and after I managed to shut the insurance guy up and when I turned to Nidz, he already left.